Berapa Nilai Syahadat Kita ?

Posted on 3 September 2012

0


Syahadat sebagai rukun Islam yang pertama memegang peranan yang sangat penting, yaitu sebagai fondasi untuk melaksanakan rukun-rukun Islam lainnya. Pernahkah mengukur nilai syahadat diri kita?

Mari kita mencermati makna syahadat tauhid “Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah”. Tuhan bermakna sesuatu yang ditakuti, yang diharapkan atau yang dipentingkan. Dengan demikian makna syahadat dapat berarti :

  • Tiada yang patut ditakuti selain Allah
  • Tiada yang patut diharapkan selain Allah
  • Tiada yang patut dipentingkan selain Allah

Seorang pencuri yang tengok kanan-kiri sebelum menjalankan aksinya, berarti dia lebih takut kepada manusia ketimbang takutnya kepada Allah yang Maha Melihat. Dalam kasus ini, berarti nilai syahadat sang pencuri tersebut adalah 0 (nol), karena seharusnya tiada yang patut ditakuti selain Allah, tapi ternyata dia lebih takut kepada manusia.

“Jika engkau mendengar suara adzan, maka penuhilah panggilan Allah itu” (HR Thabrani).

Jika kita mendengar adzan tapi tidak mau menghadirinya, berarti kita lebih mementingkan yang lain ketimbang panggilan Allah yang Maha Agung. Bukankah kita telah berkomitmen tiada Tuhan selain Allah, yang juga berarti tiada yang patut dipentingkan selain Allah? Mengapa ternyata kita lebih mementingkan yang lain? Jadi, berapakah nilai syahadat kita?

Mari perbaiki kualitas syahadat kita! ***

Posted in: Buletin Jum'at